Rabu, 17 April 2013

12 GOLONGAN YANG DIDOAKAN MALAIKAT


1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.

"Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia' (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib)

4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.

"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.

"Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)

7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.

"Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 9140)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.

"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan' (HR Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)

9. Orang-orang yang berinfak.

"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa"sunnah" (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.

"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (HR Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)

Wallahua’lam bish shawwab.
Sumber : Syaikh Dr. Fadhl Ilahi, Orang-Orang yang Didoakan Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir,

:: BERBURU PAHALA KETIKA HAID


Bismillahirrahmaanirrohiim

Sungguh banyak amal yang bisa dikerjakan kaum Hawa saat mereka haid. Meskipun ada beberapa amal yang tidak dapat mereka kerjakan, seperti Sholat dan Puasa. Tetapi ada beberapa amal-amal lain yang dapat menggantikannya, yaitu :

1. DZIKRULLAH

”Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang” (QS.al-Ahzab:41-42)

“…laki-laki dan perempuan yang banyak mengingat Allah, Allah akan menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (QS.al-Ahzab:35)

Dzikir dapat dilakukan disembarang waktu,
Rosulullah saw dan para ulama telah memberikan contoh dzikir khusus diwaktu pagi dan petang. Dzikrullah dapat dilakukan dengan memperbanyak istighfar, tasbih, tahmid dan tahlil , memohon ampunan dan Pengagungan kepada kepada Allah Subhana wa Ta'ala sang pemilik jiwa. Lafazkan dzikir (dzikir qalbi) dalam setiap gerak aktifitas keseharian kita, Insya Allah akan memberikan ketenangan dan ketentraman hati bersama Nya.

Bersihkan diri, Bersihkan hati , kemudian berdzikir dengan hati yang menghadap kepada Allah.

Rasulullah saw bersabda yang artinya, ”Wahai kaum wanita, bersedekahlah kalian dan perbanyaklah istighfar, karena aku melihat kebanyakan penghuni neraka adalah kaum kalian” HR.Muslim

2. BELAJAR MENGAJAR

Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap kaum muslimin, baik laki-laki maupun wanita. Banyak cara menuntut ilmu yang bisa ditempuh, yang paling utama adalah belajar kepada guru. Kita juga bisa membeli buku atau CD kajian-kajian tentang Islam.

“Allah swt akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dianatara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (QS.al-Mujadalah:11)

Rosulullah saw memuji kepada wanita-wanita Anshor
” Sebaik-baik kaum wanita adalah wanita Anshar, mereka tidak tercegah oleh rasa malu untuk belajar mendalami agama” (HR.Bukhori)

Dan kemudian dapat membagikan kembali kepada teman-temannya yang lain.

3. BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Bentuk amal lain adalah berbakti kepada orang tua. Sebagai anak wanita harus berbakti kepada ibu dan bapaknya (birrul walidain) ibulah orang yang susah payah mengandung sembilan bulan dan menyusui selama dua tahun. Bapaknya telah menafkahinya hinnga ia menjadi remaja dan dewasa. Kebaikan keduanya tak dapat diukur dan dinilai dengan materi sepenuh bumi dan langit.

“Dan Kami (Allah) wasiatkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadalah lemah yang amat sangat dan baru menyapihnya setelah dua tahun. Sebab itu, bersyukurlah kepada Ku dan kepada kedua orang tuamu…..” (QS. Luqman : 14)

Doa-kan kedua orang tua kita, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil” (QS.al-Isra’:24).

4. BERKHIDMAT (MELAYANI) KEPADA SUAMI

Sebagaimana diketahui bersama , wanita haid " tidak dilarang" untuk bermesraan dengan suaminya dan menggembirakan suaminya kecuali satu hal, yaitu berhubungan suami istri.

Dan hal-hal sbb :

Mentaati perintah suami dalam hal kebaikan;
Menjaga kehormatan suami dan hartanya;
Menjaga hak suami dan mengatur rumah serta mendidik anak;
Berbuat baik kepada keluarga suami;

Dalam rangka meraih cinta dan keridhaan suami, kaum wanita diperbolehkan menghiasi tangan dan kakinya dengan inai. Dianjurkan pula agar ia melakukan itu pada masa haid. Sebab pada masa haid ia tidak perlu menghilangkannya karena harus berwudhu.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar melalui jalur Nafi’ Maula Ibnu Umar, bahwa beliau berkata,”Istri-istri Ibnu Umar biasa mewarnai tangan dan kaki mereka pada masa haid.” (HR.ad-Darimi)

5. TOLABUL ILMI (MENAMBAH ILMU) DAN BERDAKWAH

Inilah amal wanita yang tidak terhalang oleh haid, yaitu berdakwah. Seorang wanita juga bisa menjadi pendakwah. Menjadi orang yang mampu memberikan pencerahan jiwa kepada insan lain.

Tahukah anda, jika belum mengamalkan dakwah, otomatis akan menghilangkan banyak keutamaan hidup. Alangkah indahnya jika kita hidup dapat saling mengingatkan tentang kebaikan.

“Hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari yang mungkar dan mereka itulah al-muflihun (orang-orang yang sukses)” (QS.Ali Imron:104)

6. MENGHAFAL AL QUR'AN DAN HADIS

Tiada larangan wanita haid menghafal al-Quran maupun hadis. Yang menjadi perselisihan ulama adalah tentang menyentuh mushaf al-Quran (boleh atau tidak). Sehingga waktu –waktu luang saat haid bisa diisi dengan menghafal al-Quran. Menghafal al-Quran dapat menambah daya fikir dan tentu juga memfasihkan lisan.

7. PERBANYAK INFAK DAN SEDEKAH

Berinfak dan bershodaqoh adalah kegemaran orang-orang sholeh dan sholehah.

Ingin mendapatkan pahala berpuasa ? Perbanyaklah memberi hidangan /makan bagi mereka yang berpuasa , terutama bagi kaum yang sangat membutuhkan makanan.

”Wahai kaum wanita, bersedekahlah kalian dan perbanyaklah istighfar, karena aku melihat kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita ” (HR.Muslim)

8. PERBANYAK SILATURAHMI

Silaturahmi sangat dianjurkan dalam Islam, apalagi terhadap kerabat sendiri. Tentunya kita harus tahu bagaimana tatacara atau adab-adab bersilaturahmi sesuai ajaran Islam.

Sabda Rosulullah saw, “barang siapa ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” (Muttafaq’alaih).

Sebaliknya Rosulullah melarang siapa yang memutuskan silaturahim. Sabda Beliau saw,”Tidak akan masuk surga orang-orang yang memutuskan silaturahim” (Muttafaq’alaih)

Buatlah jadwal kunjungan silaturahmi, karena silaturahmi juga dapat menjadi sarana relaksasi, menuntut ilmu dan berbagi pengalaman.

Wallahu a'lam bishawab

Semoga bermanfaat ..

Jangan Ucapkan Selamat Tinggal


 
 Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu.

Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang, sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.

Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula.

Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.

Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap peduli padanya.

Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.

Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum – jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.

Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Sumber: Sucikan Hati Dari Penyakit Hati.

PRIA JUGA MENANGIS

Tahukah engkau, kaum pria sesungguhnya jauh lebih sering "menangis"

Namun mereka menyembunyikan tangisnya di dalam kekuatan akalnya.

Itulah mengapa Allah menyebutkan pada pria terdapat dua kali lipat akal seorang wanita,
Dan itulah sebabnya mengapa tiada yang kau lihat melainkan ketegarannya.

 
Pria menangis karena tanggung jawabnya di hadapan Allah,
Ia menjadi tonggak penyangga rumah tangga,
Menjadi pengawal bagi Ibu, saudara perempuan, istri dan anak-anaknya.

Maka tangisnya tak pernah nampak di bening matanya,
Tangis pria adalah pada keringat yang bercucuran demi menafkahi keluarganya.

Tak bisa kau lihat tangisnya pada keluh kesah di lisannya,
Pria "menangis" dalam letih dan lelahnya menjaga keluarganya dari kelaparan.

Tak dapat kau dengar tangisnya pada omelan-omelan di bibirnya,
Pria "menangis" dalam tegak dan teguhnya dalam melindungi keluarganya dari terik matahari, deras hujan dan dinginnnya angin malam.

Tak nampak tangisnya pada peristiwa-peristiwa kecil dan sepele,
Pria "menangis" dalam kemarahannya jika kehormatan diri dan keluarganya digugat.

Pria "menangis" dengan sigap bangunnya di kegelapan dini hari,

Pria "menangis" dengan bercucuran peluhnya dalam menjemput rizki,

Pria "menangis" dengan menjaga dan melindungi orang tua, anak dan istri,

Pria "menangis" dengan tenaga dan darahnya menjadi garda bagi agamanya,

Namun...
Pria pun sungguh-sungguhmenangis dengan air matanya, di kesendiriannya menyadari tanggung jawabnya yang besar dihadapan Allah,

Pandanglah Ayah ..,
Pandanglah Suami ..,
Pandanglah kakak ..,

Sesungguhnya syurga Allah di dalam keridha'an mereka

Selasa, 16 April 2013

Surat al-ikhlas | keagungannya serta manfaatnya

Surat al-ikhlas | keagungannya serta manfaatnya

 

Rasulullah Muhammad SAW pada suatu ketika bersabda: ”Demi Allah yang jiwaku ditangan-Nya, sesungguhnya

- QUL HUWALLAHU AHAD itu tertulis di sayap malaikat Jibrail a.s,

- ALLAHHUS SOMAD itu tertulis disayap malaikat Mikail a.s,

- LAMYALID WALAM YUULAD

tertulis pada, sayap malaikat Izrail a.s,

-WALAM YAKULLAHU KUFUWAN AHAD

tertulis pada sayap malaikat Israfil a.s.”
Itu adalah salah satu fakta tentang kebesaran surat Al Ikhlas Surat ini
bunyinya cukup pendek yaitu:

 

 QULHUWALLAHUAHAD.
ALLAHUSSAMAD. LAM YALID WALAM
YU-LAD. WALAM YAKUL LAHU
KUFUWANAHAD.

Surah Al-Ikhlas “Memurnikan Keesaan

Allah” adalah surah ke-112 dalam al- Qur’an. Surah ini tergolong surat Makkiyah, terdiri atas 4 ayat dan pokok isinya adalah menegaskan keesaan Allah sembari menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Kalimat inti dari surat ini adalah “ALLAHU AHAD, ALLAHUS SHAMAD” (Allah Maha Esa, Allah tempat bergantung)

Peristiwa yang mendahului turunnya surat ini (asbabun nuzul) adalah ketika Bani Quraisy di Mekkah menanyakan siapa leluhur Allah SWT. Kemudian peristiwa berikutnya

terjadi di Madinah dimana orang Nasrani atau orang Arab lain menanyakan gambaran Allah sehingga Allah SWT kemudian turun surat ini.

Kebesaran surat al Ikhlas yang lain terungkap dalam dua hadits berikut ini:

Berkata Ibnu Abbas r.a. bahwa

Rasulullah SAW telah bersabda:

Ketika saya(Rasulullah SAW) isra’ ke

langit, saya melihat Arasy diatas 360,000 pilar dan jarak jauh antara satu pilar ke satu pilar yang lain ialah 300,000 tahun perjalanan. Pada tiap- tiap pilar itu terdapat padang pasir yang

jumlahnya 12,000 dan luasnya setiap satu padang itu seluas dari timur hingga ke barat. Pada setiap padang itu terdapat 80,000 malaikat yang mana kesemuanya membaca surat Al-Ikhlas.

Setelah mereka selesai membaca surah tersebut maka berkata mereka: ”Wahai Tuhan

kami, sesungguhnya pahala dari bacaan kami ini kami berikan kepada orang yang membaca surah Al-Ikhlas baik lelaki maupun perempuan”

Riwayat Anas bin Malik juga merekam

kisah berkaitan surat Al-Ikhlas Suatu

ketika 70.000 malaikat diutus kepada seorang sahabat di Madinah yang meninggal hingga meredupkan cahaya matahari. 70.000 malaikat itu diutus hanya karena ia sering membaca surat ini Dan karena banyaknya malaikat yang diutus, Anas bin Malik yang saat itu bersama Nabi Muhammad SAW di Tabuk

merasakan cahaya matahari redup tidak seperti biasanya dan malaikat Jibril datang kepada Nabi untuk memberitakan kejadian yang sedang terjadi di Madinah.

MANFAAT MEMBACA SURAT AL IKHLAS

1. Bacalah surah Al-Ikhlas sebanyak 3 kali sebelum masuk rumah kemudian langkahkan kaki kanan dan dengan membaca bismillah

maka rumah yang akan dimasuki dipenuhi cahaya surga, aman tentram dan sejahtera atas ijin- NYA

2. Rasulullah S.A.W bersabda:

Barangsiapa membaca surah Al- Ikhlas sewaktu sakit sehingga dia meninggal dunia, maka tubuhnya tidak akan membusuk di dalam kuburnya, akan selamat dia dari kesempitan kuburnya dan para malaikat akan membawanya dengan sayap mereka melintasi

titian siratul mustaqim lalu menuju ke syurga.(HR Qurthuby)

3. Membaca Al Ikhlas tiga kali

pahalanya sama dengan membaca seluruh isi Al Qur’an. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah bertanya yang mengudang teka-teki kepada umatnya; ”Siapakah antara kamu

yang dapat khatam Qur’an dalam jangka waktu sangat singkat?” Tiada seorang dari sahabatnya

yang menjawab. Saiyidina Umar RA bahkan mengatakan bahwa mustahil untuk khatam Al Qur’an dalam begitu cepat. Akhirnya Saiyyidina Ali RA mengangkat tangan dan membaca surah Al- Ikhlas tiga kali. Rasulullah SAW mengatakan bahwa Saiyidina Ali betul. Membaca surah Al-Ikhlas satu kali pahalanya sama dengan membaca 10 juz. Lalu dengan

membaca surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali sama dengan membaca 30 juz Al-Quran.

Jumat, 12 April 2013

Manajemen  Qalbu ini diambil dari : Bapak 
 K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR
Semoga Beliau Senantiasa Mendapat 
Perlindungan oleh Allah Swt. Amin
Hati ibarat tetes embun pagi, yang harus selalu terjaga kebersihannya agar tetap jernih.

KITA menyadari, saat ini bangsa dan negara kita sedang dilanda masalah. Semoga Allah Yang Mahatahu segalanya mengaruniakan kepada kita formulasi yang tepat bagi negeri ini untuk bangkit dari keterpurukan.
Seluruh lapisan masyarakat, dari kelas atas sampai rakyat sibuk mencari jalan keluar. Sibuk mempermasalahkan masalah bukanlah sebuah solusi. Kita bisa memulai dari sekarang merancang solusi dengan menelusuri penyebab timbulnya masalah kita. Di antara penyebab yang paling potensial adalah krisis akhlak. Siapapun orangnya, jika memiliki krisis akhlak maka dirinya tidak akan membawa manfaat bagi orang lain.
Akhlak bisa dijadikan sebagai alat ukur kesuksesan seseorang. Sayangnya, kita seringkali mengukur kesuksesan seseorang dari harta, gelar, pangkat, jabatan, kedudukan, popularitas, dan penampilannya. Akibatnya, orang-orang akan lebih sibuk dengan hal-hal demikian.
Ada orang yang sangat sibuk mencapai gelar yang diinginkan dengan cara apapun. Walaupun harus membelinya, hal itu tidak menjadi masalah baginya. Karena yang penting baginya adalah gelar yang berentet di depan atau belakang namanya. Dengan begitu dia akan merasa bangga dan terhormat, bahkan gelar-gelar tersebut memberinya sebuah kepercayaan diri untuk tampil di muka umum. Padahal sebenarnya, dia hanyalah sosok yang hidup dalam kepalsuan, sandiwara, dan sama sekali tidak terhormat.
Ada yang merasa bangga ketika mendapat jabatan. Dan dia merasa sebagai pejabat. Padahal pribadinya tidak bisa menjadi suri tauladan, keputusannya tidak menjadi solusi, dan tidak mencerminkan kearifan.
Ada yang merasa bangga dengan popularitas. Dia merasa beruntung karena dikenal oleh banyak orang sehingga hal itu dimanfaatkan untuk mendapat kemudahan-kemudahan. Merasa menjadi selebritis maka dia cenderung melakukan hal yang aneh-aneh agar ditiru orang lain. Dia merasa menjadi trend setter. Dia tidak menyadari bahwa semua yang ditampilkan di depan masyarakat memberikan dampak yang bermacam-macam. Yang menjadi bahaya adalah dampak tersebut malah menyusahkan dan merusak lebih banyak dibanding nilai positifnya. Itulah akibat kepopuleran yang tidak didasari niat yang benar.
Kita harus sepakat bahwa alat ukur kesuksesan bukanlah topeng dunia. Islam memandang bahwa sesungguhnya orang yang paling mulia dalam pandangan Allah adalah orang yang paling berhasil membaca, menggali, dan memompa potensi dirinya sehingga bisa berkarier yang terbaik di jalan Allah. Dia memberikan manfaat bagi dirinya dan orang lain, serta maslahat bagi dunianya dan membawa arti bagi akhirat nanti. Itulah kesuksesan.
Apa artinya kita sukses di dunia karena memiliki banyak harta sedangkan banyak orang yang teraniaya karena harta kita? Apalah artinya sukses tapi cara yang kita tempuh adalah korupsi, menjilat sana-sini, menindas bawahan, dan segudang keburukan lainnya? Apa yang telah kita lakukan itu sungguh menyakiti banyak orang. Maka berhati-hatilah dan berharaplah orang yang teraniaya oleh kita tidak mendoakan keburukan bagi kita.
Orang sukses adalah orang yang mampu menyukseskan dirinya dan orang lain. Orang lain merasa sukses karena mendapatkan sesuatu yang bermanfaat dari kita. Ilmu, harta, dan kedudukan yang kita miliki sekarang mampu membangkitkan diri kita dan orang lain dari krisis yang berkepanjangan. Inilah orang sukses yang memberikan solusi bagi umat, di dunia terhormat dan di akhirat mendapat kemuliaan di sisi Allah.
Itulah sebuah kesuksesan. Tidak ada orang yang menolak sukses. Tapi tidak sedikit orang yang tidak tahu cara mencapai kesuksesan yang hakiki. Kita coba meraih semua itu dengan rumus yang mudah, yaitu 7B. Kalau tahapan ini dilakukan dengan baik, jangan kaget jika kita bangkit, orang-orang di sekitar kita pun ikut, bahkan Indonesia yang tercinta ini ikut bangkit juga.
Pertama, awali kesuksesan dengan B yang pertama, yaitu Beribadah dengan benar. Beribadah dengan benar akan membuat kita semakin tawadhu, mengabdi kepada Allah, hati tentram, dan kehidupan akan seimbang. Hidup tanpa ibadah bagaikan bangunan tanpa fondasi. Maka apakah yang akan terjadi? Niscaya bangunan tersebut akan roboh!
Kedua, Berakhlak baik. Apalah artinya ibadah kalau tidak dibarengi akhlak baik. Kalau kita sudah mati-matian menjaga akhlak, maka pintu kesuksesan akan terbuka lebar bagi kita.
Ketiga, Belajar tiada henti. Ibadah benar dan akhlak baik belumlah cukup jika tidak didukung upaya belajar dari kita. Dari hari ke hari masalah, potensi konflik, dan kebutuhan kita akan terus bertambah. Bagaimana mungkin kita mampu menyikapi masalah tersebut dengan ilmu seadanya tanpa ada peningkatan kualitas dan kuantitas? Ciri orang yang bersungguh-sungguh dalam mencapai kesuksesan adalah mencintai ilmu dan belajar.
Keempat, Bekerja keras dengan cerdas dan ikhlas. Kita harus menanamkan standar pada diri kita, yaitu bekerja optimal dengan pemikiran yang cerdas. Ada orang yang bekerja dengan keras tapi kurang menggunakan akalnya, akibatnya dia hanya menjadi pekerja keras saja.
Kelima, bersahaja dalam hidup. Seorang pekerja keras seringkali terpuruk karena ketidakbersahajaannya dalam hidup. Dia boros, senang bermegah-megah, sehingga mudah terpedaya dan tertipu orang lain. Lain halnya jika dia bersahaja. Kemampuan keuangan kita lebih tinggi dibanding kebutuhan kita. Kita jadi orang yang gemar menabung, bersedekah, dan investasi untuk masa mendatang yang bermanfaat bagi diri kita maupun generasi mendatang. Inilah budaya yang harus kita ajarkan di masyarakat kita saat ini. Budaya kita bukanlah budaya yang banyak memiliki banyak barang, tetapi budaya yang selalu memiliki milai tambah dari segala yang kita miliki.
Keenam, Bantu sesama. Salah satu alat ukur kesuksesan adalah dilihat dari kemampuan kita membangun diri dan orang lain, misalnya dengan membuka lapangan kerja sebanyak mungkin. Kelebihan yang kita miliki digunakan untuk memajukan sanak saudara, tetangga, teman, pembantu, dan siapa saja yang mau maju dan membutuhkan.
Jika antara orang yang membantu dan orang yang dibantu memiliki kesamaan tata nilai; ibadah benar, akhlak baik, belajar tiada henti, serta kerja keras dengan cerdas dan ikhlas, maka apa yang telah dihasilkan oleh keduanya akan digunakan untuk membantu sesama. Semua orang akan senang untuk menolong saudaranya. Maka terjadilah sebuah sinergi.
Ketujuh, bersihkan hati selalu. Untuk apa kita harus selalu membersihkan hati? Apa yang kita lakukan, dari B yang pertama hingga B yang keenam jika tidak diiringi dengan selalu membersihkan hati, maka dikhawatirkan akan timbul ujub atau bahkan yang lebih besar lagi yaitu takabur. Jika semuanya menjadikan kita ujub, maka sia-sialah apa yang telah dilakukan. Allah tidak akan menerima amal seseorang kecuali ada keikhlasan di dalamnya. Kita tidak perlu merasa paling bisa, berjasa, dan paling mulia, karena semuanya adalah karunia Allah semata.
Kita harus bersyukur dijadikan jalan kesuksesan atau kemudahan bagi orang lain oleh Allah. Inilah orang yang akan sukses karena tidak ada dalam dirinya rasa ujub dan sikap takabur dengan segala prestasi yang diraihnya. Apalah artinya kita mendapat banyak hal bila kita tidak mendapat ridha dari Allah karena kesombongan kita.
Jika kita laksanakan tujuh langkah dari rumus ini maka akan menjadi mantap upaya pencapaian tujuan untuk membangun bangsa ini. Kita harus sama-sama belajar menerapkan kiat ini dalam diri kita dan keluarga. Jika sedikit demi sedikit upaya yang kita lakukan telah membuahkan hasil, maka kita jangan sampai hanya jadi jago kandang saja. Kita harus berani menerapkannya di luar lingkungan keluarga kita. Jangan takut dengan lingkungan kita jika fondasi diri kita sudah kuat.
Mudah-mudahan semua kiat ini dapat menjadi salah satu solusi bagi setiap permasalahan dalam diri, keluarga dan lingkungan sekitar, atau bahkan bangsa Indonesia. Wallahua'lam.***